Selasa , 17 Februari 2026
Home Olahraga PBSI Tarik 8 Atletnya di Australia Open 2025
Olahraga

PBSI Tarik 8 Atletnya di Australia Open 2025

PENARAYA – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan sejumlah penyesuaian dalam komposisi pemain yang akan tampil di Australia Open 2025.

Dikutip laman TVRInews.com, Kabid Binpres PBSI Eng Hian menyatakan langkah ini diambil berdasarkan evaluasi teknis, kondisi fisik, serta prioritas program pembinaan atlet nasional.

Tunggal Putra Anthony Sinisuka Ginting dipastikan tidak ambil bagian dalam turnamen tersebut karena jadwal pertandingan bertepatan dengan momen kelahiran anak pertamanya.

PBSI menghormati keputusan Ginting untuk mendampingi keluarga.

“Keluarga adalah bagian penting dari keseimbangan hidup seorang atlet. Kami percaya Ginting akan kembali dengan motivasi lebih kuat,” ujar Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Rabu, 12 November 2025.

Selain Ginting, Mohammad Zaki Ubaidillah juga ditarik dari daftar peserta karena jadwal pertandingan bersamaan dengan ujian akademik yang harus dijalaninya.

PBSI mendukung komitmen atlet terhadap pendidikan sebagai bagian dari pembinaan karakter.

“Kami ingin para atlet tetap menyeimbangkan karier dan pendidikan. Pembinaan tidak hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga pengembangan pribadi secara utuh,” ucap Eng Hian.

Di sektor ganda putra, pasangan Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando juga tidak akan tampil di Australia Open. Keduanya difokuskan untuk menjalani program persiapan intensif menuju SEA Games 2025.

“Bagas dan Leo kami tarik agar mereka bisa fokus pada persiapan SEA Games, yang merupakan turnamen prioritas nasional. Kami ingin mereka tampil dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun mental,” kata Eng Hian.

Sementara itu, ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah batal tampil karena Amri mengalami sakit cacar yang membuat waktu persiapan menuju turnamen tidak mencukupi.

“Keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan dan mencegah risiko penurunan performa. Kami ingin memastikan mereka pulih sepenuhnya sebelum kembali bertanding,” tutur Eng Hian.

PBSI menegaskan seluruh keputusan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang pembinaan atlet nasional.

Setiap turnamen menjadi bagian dari evaluasi program pembinaan tahun 2025 dan dasar perencanaan menuju 2026.

“Dengan semangat pembinaan berkelanjutan dan strategi kompetitif yang matang, kami optimistis tim Indonesia akan terus menunjukkan daya saing tinggi dan mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama bulutangkis dunia,” ujar Eng Hian.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

NasionalOlahraga

Basral Graito: Papan Skateboard itu Pernah Retak

PENARAYA –  Ya, papan skateboard itu pernah retak. Roda pernah aus. Lutut...

NasionalOlahraga

Gelang Emas di Jalanan: Perjalanan Basral Graito Hutomo dari Bolt Skate Sederhana ke Ajang SEA Games 2025

PENARAYA – Olahraga mempersatukan. Olahraga adalah sportita dan semangat. Siapa yang terbaik...

InternasionalNasionalOlahraga

Perjalanan Salsa Sabilillah Atlet Takraw Nasional, Dari Tanah Tuban ke Panggung SEA Games 2025

PENARAYA – Di sebuah sudut desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, suara...

InternasionalOlahraga

Dari Bambali ke Dunia, Sadio Mané Bintang yang Masih Memijak Bumi

PENARAYA – Di sebuah desa kecil bernama Bambali, di wilayah Sédhiou, Senegal,...