PENARAYA – Pagi itu, halaman Markas Besar Polri terasa berbeda. Tak ada gegap gempita, tak pula sorak-sorai. Yang terdengar hanyalah langkah sepatu dinas, sapaan singkat, dan tatapan yang menyimpan banyak makna.
Mutasi jabatan di tubuh Polri kembali bergulir—sebuah mekanisme rutin, namun selalu sarat konsekuensi. Bagi sebagian perwira, mutasi adalah puncak pengabdian. Bagi yang lain, ia adalah ujian kesabaran, kesiapan, dan keikhlasan.
Di balik surat keputusan yang terbit rapi, ada keluarga yang berkemas, ada anak-anak yang harus pindah sekolah, ada pasangan yang menunda rencana. Mutasi bukan sekadar pergeseran jabatan; ia adalah perpindahan hidup.
Dalam keterangannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta penguatan profesionalisme. Polri, kata Kapolri, adalah institusi yang harus selalu adaptif—menjawab tantangan keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan publik yang kian kompleks.
“Setiap penugasan adalah amanah negara,” tegas Kapolri. Mutasi dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak, kebutuhan organisasi, serta kompetensi personel. Bukan semata jabatan yang dipindahkan, melainkan tanggung jawab yang diperluas. Pesan Kapolri sederhana namun dalam. Jabatan boleh berganti, nilai pengabdian tidak boleh berkurang.
Dalam mutasi terbaru, sejumlah perwira menempati posisi strategis—dari tingkat Mabes hingga wilayah. Ada yang dipercaya memimpin satuan operasional, ada yang mengisi pos pembinaan, ada pula yang diberi mandat di daerah dengan tantangan sosial dan geografis yang tak ringan.
Bagi perwira yang baru dilantik, jabatan bukan hadiah. “Ini kepercayaan yang harus dibayar dengan kerja nyata,” ujar salah satu perwira menengah yang kini mengemban tugas baru.
Ia memahami betul bahwa publik menaruh harapan besar pada Polri—harapan akan keadilan yang berjarak sama, pelayanan yang ramah, dan penegakan hukum yang tegas namun manusiawi.
Di rumah sederhana, istri seorang perwira yang dimutasi menata ulang jadwal hidupnya. Ia sudah terbiasa berpindah kota, memulai pertemanan dari nol, dan menguatkan anak-anak agar cepat beradaptasi.
“Kami selalu bilang ke anak-anak, ayah sedang bertugas untuk negara,” tuturnya.
Bagi keluarga Polri, mutasi adalah bagian dari sumpah yang tak tertulis. Mereka ikut menanggung rindu, ketidakpastian, dan kecemasan—namun juga ikut merasakan bangga. “Yang penting amanahnya dijalankan dengan jujur,” katanya, lirih.
Di mata kolega, mutasi terbaru mencerminkan upaya institusi untuk menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Seorang perwira senior menyebutkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan: dinamika kamtibmas, kejahatan siber, narkotika, hingga tuntutan transparansi publik.
Integritas dan kepemimpinan lapangan adalah kunci,” ujarnya.
Menurutnya, perwira yang dimutasi ke jabatan strategis harus siap bekerja lebih keras, membuka ruang dialog dengan masyarakat, dan membangun kepercayaan dari bawah.
Bagi mereka yang ditugaskan ke wilayah, mutasi berarti menjadi wajah Polri di hadapan masyarakat. Di daerah dengan keragaman budaya, sensitivitas sosial, dan persoalan ekonomi, pendekatan humanis menjadi keniscayaan.
Seorang perwira yang baru menjabat di wilayah rawan konflik mengaku memulai langkah dengan mendengar.
“Kami ingin hadir, bukan sekadar terlihat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan elemen sipil untuk menjaga stabilitas.
Mutasi bukan hanya urusan struktur, tetapi juga reformasi kultural. Kapolri berulang kali menekankan bahwa jabatan harus diiringi dengan keteladanan. Setiap pemimpin di Polri adalah contoh hidup bagi anggotanya—dalam disiplin, etika, dan pelayanan.
Pengamat kepolisian menilai mutasi yang tepat sasaran dapat mempercepat perubahan. “Ketika pemimpin wilayah kuat secara moral dan profesional, kultur organisasi ikut bergerak,” katanya.
Namun ia mengingatkan, mutasi harus diikuti pengawasan dan evaluasi yang konsisten.
Sore menjelang. Di masjid kecil dekat rumah dinas, seorang perwira memanjatkan doa sebelum berangkat ke penugasan baru. Ia tahu, tugas ke depan tak akan mudah. Tapi ia juga tahu, negara memanggil.
Mutasi di jajaran Polri adalah kisah tentang kepercayaan dan konsekuensi. Tentang surat keputusan yang mengubah rute hidup. Tentang keluarga yang ikut berjuang. Tentang harapan publik yang harus dijawab dengan kerja nyata.
Di balik seragam, ada manusia. Di balik jabatan, ada amanah. Dan di setiap mutasi, ada satu pesan yang sama: pengabdian tidak mengenal tempat—ia hidup di mana pun negara menugaskan.
Ya, dalam mutasi baru-baru ini, 15 Perwira Menengah (Pamen) Polri pecah bintang usai mendapat promosi jabatan. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/2781/XII/KEP/2025 per 15 Desember 2025 ditandatangani Kapolri atas nama As SDM Irjen Pol Anwar.
Dengan promosi jabatan tersebut, para perwira tersebut akan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi bintang satu atau Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya penguatan kinerja Polri dalam menjawab tantangan tugas ke depan.
“Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, ini juga dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus optimalisasi pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ini daftar perwira yang mendapatkan promosi jabatan:
- Kombes Pol Murry Mirranda Jabatan lama: Irwasda Polda NTT Jabatan baru: Wakapolda Kepulauan Babel Menggantikan Brigjen Pol Tony Harsono
- Kombes Pol Juda Nusa Putra Jabatan lama: Pengawas Penyidikan Kepolisian Madya TK I Bareskrim Jabatan baru: Widyaiswara Kepolisian Utama TK II Sespim Lemdiklat Polri Menggantikan Brigjen Pol Ade Rahmat
- Kombes Pol Bony Johannes Sanganadi Sirait Jabatan lama: Karo SDM Polda Sumut Jabatan baru: Dosen Kepolisian Utama TK II STIK Lemdiklat Polri Menggantikan Brigjen Pol Umar Surya Fana
- Kombes Pol Victor Togi Tambunan Jabatan lama: Karoops Polda Sumut Jabatan baru: Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri Menggantikan Brigjen Pol Sonny Irawan
- Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro Jabatan lama: Kapolres Metro Jakpus Polda Metro Jaya Jabatan baru: PEnyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri Menggantikan Brigjen Pol Hengki Haryadi
- Kombes Pol Yakub Dedy Karyawan Jabatan lama: Irwasda Polda Sulut Jabatan baru: Auditor Kepolisian Utama TK II Itwasum Polri Menggantikan Brigjen Pol Sulastiana
- Kombes Pol Suranta Pinem Jabatan lama: Karolog Polda Sumut Jabatan baru: Karofaskon Slog Polri Menggantikan Brigjen Pol Moch Sagi Dharma Adhyakta
- Kombes Pol Ano Munarto Jabatan lama: Kabagrengarsus Rojemengar Stamarena Polri Jabatan baru: Karo RBP Stamarena Polri Menggantikan Brigjen Pol Mas Gunarso
- Kombes Pol John Huntal Sarjananto Sitanggang Jabatan lama: Dansat Brimob Polda Papua Jabatan baru: Danpas Brimob III Korbrimob Polri Menggantikan Brigjen TNI Almas Widodo Kolopaking
- Kombes Pol Sangkan Bonaparte
Jabatan lama: Auditor Kepolisian Madya TK I ITwasum Polri Jabatan baru: Widyaiswara Kepolisian Utama TK II Sespim Lemdiklat Polri Menggantikan Brigjen Pol Budi Indra Dermawan
11. Kombes Pol Eko Suprihanto Jabatan lama: Dir Akademik Akpol Lemdiklat Polri Jabatan baru: Kasesmpimti Sespim Lemdiklat Polri Menggantikan Brigjen Pol Supriyadi
- Kombes Pol Tri Atmodjo Marawasianto Jabatan lama: Kabag Renops Robinops Stamaops Polri Jabatan baru: Penata Kebijakan Kapolri Utama TK II Stamaops Polri Menggantikan Brigjen Pol Benny Iskandar
- Kombes Pol Supriyadi Jabatan lama: Kabag SDM Rorenmin Lemdiklat Polri Jabatan baru: Widyaiswara Kepolisian Utama TK II Sespim Lemdiklat Polri Menggantikan Brigjen Pol Fadjar Abdillah
- Kombes Pol Enggar Broto Seno Jabatan lama: Kabidkerma Baintelkam Polri Jabatan baru: Agen Intelijen Kepolisian Utama TK II Baintelkam Polri Menggantikan Brigjen Pol Daddy Hartadi
- Kombes Pol Noviar Jabatan lama: Irwasda Polda Kalsel Jabatan baru: Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri Menggantikan Brigjen Pol Singgamata
Leave a comment