PENARAYA – Di sebuah sudut desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, suara bola rotan yang dipukul kaki kerap terdengar memecah sore. Lapangan tanah itu tak berpagar, tak beralas matras, dan sering kali harus berbagi dengan anak-anak yang bermain layang-layang.
Dari tempat sederhana itulah Salsa Sabilillah memulai perjalanan panjangnya. Perjalanan yang kelak membawanya mengenakan seragam merah putih dan berdiri tegak di ajang SEA Games 2025 cabang sepak takraw beregu.
Ya, kali ini Salsa Sabilillah kembali mengharumkan Kabupaten Tuban,Jawa Timur di ajang olahraga internasional. Atlet sepak takraw asal Desa Prunggahan, Kecamatan Semanding, Kabuoaten Tuban ini menjadi bagian Tim Nasional Sepak Takraw Putri Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu pada nomor beregu SEA Games 2025 Thailand.
Salsa tumbuh di keluarga dengan kehidupan yang jauh dari kata berkecukupan. Ayahnya bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan harian, sementara sang ibu membantu ekonomi keluarga dengan pekerjaan rumahan.
Tak ada latar belakang atlet profesional di keluarganya. Yang ada hanyalah kerja keras, doa, dan keyakinan bahwa pendidikan serta disiplin adalah jalan keluar dari kemiskinan.
Sepak takraw bukanlah pilihan prestisius kala itu. Di mata sebagian orang, olahraga ini tak menjanjikan masa depan. Namun bagi Salsa, takraw adalah ruang pelarian sekaligus harapan. Ia belajar bermain bukan dari akademi mahal, melainkan dari lapangan kampung, bimbingan senior lokal, dan latihan otodidak.
Hari-hari Salsa diisi dengan rutinitas yang melelahkan. Pagi sekolah, siang membantu orang tua, sore hingga malam latihan. Tak jarang ia harus menambal sendiri sepatu yang sobek, atau berlatih dengan perlengkapan seadanya. Ketika teman-temannya beristirahat, Salsa memilih mengulang servis dan smash hingga kaki terasa kebas.
Ada masa ketika ia hampir berhenti. Biaya transport ke tempat latihan yang lebih layak, kebutuhan sekolah, dan tekanan ekonomi membuatnya berada di persimpangan. Namun dukungan keluarga—meski tanpa materi—menjadi bahan bakar terbesarnya.
“Kalau kamu yakin, lanjutkan. Jangan menyerah,” pesan orang tuanya yang selalu ia ingat.
Menembus Batas dan Masuk Jalur Prestasi
Kerja keras itu perlahan berbuah. Salsa mulai mencuri perhatian di kejuaraan daerah, kemudian provinsi. Gaya bermainnya yang disiplin, kuat dalam kerja tim, dan pantang menyerah membuat namanya diperhitungkan. Ia bukan tipe atlet yang paling banyak bicara, tetapi selalu menjawab dengan permainan di lapangan.
Proses menuju level nasional tidak instan. Seleksi demi seleksi dilalui dengan tekanan mental yang besar. Namun kegigihan Salsa membawanya masuk dalam skuad nasional sepak takraw beregu Indonesia, hingga akhirnya dipercaya tampil di SEA Games 2025.
Membela Merah Putih di SEA Games 2025
Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, Salsa teringat lapangan tanah di desanya, sepatu usang, dan doa ibunya setiap subuh. Di arena SEA Games 2025, ia bukan lagi anak desa yang berlatih diam-diam. Ia adalah wakil Indonesia, patriot bangsa dan bagian dari tim yang bertarung membawa harga diri bangsa.
Bertanding di Gimnasium Kota Nakhon Pathom, Sabtu (14/12/2025), Salsa tampil penuh semangat bersama tim menghadapi ketatnya persaingan negara-negara Asia Tenggara. Meski langkah tim harus terhenti di babak semifinal, raihan medali perunggu tetap menjadi pencapaian penting bagi tim nasional dan kebanggaan bagi Kabupaten Tuban.
Apa pun hasil yang diraih, kehadiran Salsa di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara itu adalah kemenangan tersendiri—bukti bahwa anak daerah dengan keterbatasan ekonomi pun mampu menembus panggung internasional.
Salsa yang saat ini masih di Thailand mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih. Ia mengaku tidak pernah membayangkan dapat melangkah hingga ke level SEA Games, mengingat latar belakangnya sebagai anak desa yang meniti karier olahraga dari bawah.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Saya tidak menyangka bisa berada di posisi sekarang, berawal dari anak desa biasa. Medali ini saya persembahkan untuk orang tua saya, untuk Tuban, Jawa Timur, dan semua yang sudah mendoakan serta mendukung saya,” ujar Salsa.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan panjang dan latihan intensif yang dilakukan bersama tim nasional sejak awal Agustus 2025. Sebelum pertandingan resmi, Tim Indonesia juga menjalani dua kali uji tanding di Thailand sebagai bagian dari pematangan strategi.
“Persiapan kami cukup lama, mulai awal Agustus. Sebelum SEA Games, tim Indonesia juga melaksanakan uji tanding di Thailand sebanyak dua kali,” jelasnya.
Salsa berharap hasil yang diraih menjadi motivasi untuk tampil lebih baik pada nomor-nomor pertandingan selanjutnya. “Semoga ke depan Indonesia bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” tuturnya.
Lebih dari Sekadar Medali
Bagi Salsa Sabilillah, prestasi bukan semata soal podium. Ia ingin menjadi contoh bahwa mimpi tak mengenal asal-usul. Bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Kini, namanya menjadi inspirasi bagi anak-anak di Tuban dan Jawa Timur—bahwa dari lapangan sederhana pun, lahir atlet yang mampu mengharumkan Indonesia.
Perjalanan Salsa belum usai. Tapi satu hal pasti: jejak langkahnya telah mengajarkan bahwa ketekunan, disiplin, dan doa keluarga mampu mengubah nasib—dan mengantar mimpi melampaui batas.
Perjalanan Salsa mencerminkan proses pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia menempuh pendidikan di SDN Prunggahan 03, SMPN 1 Semanding, SMA Negeri Olahraga Jawa Timur Sidoarjo, dan saat ini melanjutkan studi di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Sejumlah prestasi nasional pun telah ditorehkan, di antaranya Juara 1 Team Double Event Pra-PON XXI Jateng 2023, Juara 1 Regu PON XXI Aceh–Sumut 2024, serta Juara 1 Double Event Pomnas Jateng 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, menyampaikan apresiasi atas capaian atlet muda Tuban tersebut. Menurutnya, prestasi Salsa menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing dan berkontribusi nyata di level internasional.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan Tuban, Jatim dan Indonesia serta diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Tuban untuk terus berprestasi melalui olahraga,” pungkasnya.
Leave a comment