Jumat , 13 Februari 2026
Home Internasional Dua Warga Indonesia Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja
Internasional

Dua Warga Indonesia Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja

PENARAYA – Dua warga Indonesia, adal Kabupaten Jombang, Jawa Timur menjadi korban kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Kini keduanya berhasil dipulangkan oleh Pemkab Jombang.

Dikutip detikcom, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang Isawan Nanang Risdiyanto mengatakan, dua korban TPPO itu adalah wanita berinisial FRU (45) dan AAR (22). Keduanya merupakan kakak beradik asal warga Kecamatan Kesamben, Jombang.

FRU dan AAR berangkat ke Kamboja pada Desember 2024. Mereka pergi ke Kamboja karena diiming-imingi gaji Rp15 juta per bulan oleh kenalannya saat berada di Bali.

Namun, selama di Kamboja keduanya dipekerjakan di tempat perjudian. Bukannya untung, mereka malah menjadi korban kekerasaan. Kakak beradik ini kerap dipukuli selama bekerja di Kamboja.

“Mereka kerja di tempat judi online. Dia sering dipukuli di sana, dan diancam Karena jadi dasar saya melaporkan TPPO,” kata Isawan saat diwawancarai wartawan di kantornya, Kamis (13/11/2025) sesuai dimuat di laman detik.com.

Kabar kakak beradik jadi korban TPPO di Kamboja ini baru diterima pihak Disnaker Jombang setelah menerima laporan ibu korban pada April 2025. Saat itu juga, Isawan langsung melaporkannya ke Polres Jombang dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Oleh BP3MI kemudian ditindaklajuti ke Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Dari sini kedua korban berhasil ditemukan dan diselamatkan. Keduanya kemudian dipulangkan ke Jombang pada Juni 2025.

“Ditemukan di Kamboja oleh pihak KBRI. Proses pemulangannya cepat karena pihak keluarga biaya sendiri,” terangnya.

FRU dan AAR merupakan 2 dari 13 pekerja migran Indonesia bermasalah (PMIB) asal Kota Santri yang berhasil dipulangkan oleh Pemkab Jombang sepanjang tahun 2025. Antara lain 10 orang dideportasi karena masalah visa, dan 1 pekerja migran meninggal dunia.

“Pada tahun 2025 ini, 10 orang deportasi, 2 orang korban TPPO, dan 1 orang meninggal dunia,” tandasnya.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

InternasionalPolitik

Ketegangan AS–Iran, Bagaimana Dunia Menyikapi?

PENARAYA – Dua negara yang seolah menjadi musuh bebuyutan itu kembali bersitegang....

InternasionalNasional

Diplomasi London dan Arah Baru Indonesia: Membaca Makna Kunjungan Presiden Prabowo

PENARAYA – Langit London musim dingin masih kelabu ketika iring-iringan kendaraan kenegaraan...

InternasionalPolitik

Dunia di Persimpangan: Politik Global, Perang dan Diplomasi

Dunia di Ambang Ketidakpastian PENARAYA – Di dunia memang ada Persikatan Bangsa-Bangsa...

InternasionalNasionalSeni

Soundtoloyo, Ketika Dua Budaya Bernafas di Jalur yang Sama

PENARAYA – Malam pergantian tahun dari 2025 ke 2026 berjalan cepat. Detik...