Selasa , 16 Desember 2025
Home Nasional Sinergi Baru dari Timur:  Upaya Kolaboratif Menekan Potensi Terorisme di Papua Barat Daya
Nasional

Sinergi Baru dari Timur:  Upaya Kolaboratif Menekan Potensi Terorisme di Papua Barat Daya

PENARAYA, Papua Barat Daya – Di tengah geliat pembangunan dan investasi yang mulai tumbuh di Papua Barat Daya, Papua Barat Daya sebagai provinsi termuda yang sedang berkembang.

Salah satu potensi yang dimiliki adalah Raja Ampat yang sudah terkenal di mancanegara sebagai tourist destination dan geopark dengan keindahan alam bawah laut nya

Di tengah tantangan keamanan global dan kebutuhan percepatan pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Maju, serta mendukung Astacita Presiden dan Wakil Presiden RI, Densus 88 Anti Teror Polri menghadirkan sebuah terobosan penting melalui proyek perubahan dengan judul “Sinergitas Kolaboratif Tekan Indeks Potensi Terorisme Dukung Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju”.

Sebuah upaya senyap namun strategis digerakkan oleh Densus 88 Anti Teror. Melalui proyek perubahan yang telah diimplementasikan. Wilayah ini menjadi pilot project nasional dalam penguatan deteksi dini ancaman terorisme berbasis kolaborasi lintas sektor.

Program ini tak hanya menyasar peningkatan kapasitas aparat, tetapi juga mendorong keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, pemuda, hingga dunia usaha dalam memperkuat ekosistem keamanan yang berkelanjutan.

Pendekatan yang diambil tidak lagi bertumpu pada pola represif semata, melainkan pada pencegahan partisipatif yang menyatukan banyak simpul strategis lokal. Dari pelatihan simpul deteksi dini, penyusunan SOP pencegahan kolaboratif, hingga dialog keamanan dengan pelaku usaha.

Proyek ini membentuk ruang baru bagi masyarakat Papua Barat Daya untuk bersama-sama menjaga stabilitas wilayahnya. Dampaknya mulai terasa: eskalasi potensi ancaman menurun, kepercayaan publik meningkat, dan ruang ekonomi tumbuh lebih kondusif.

Komisaris Besar (Kombes) Pol Guntur Andriyanto, S.Si., M.Si., Kasatgaswil Densus 88 Papua Barat Daya, menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari gotong royong seluruh unsur daerah.

“Kami bekerja bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai mitra masyarakat. Pencegahan terorisme tidak bisa dilakukan sendirian. Ketika tokoh adat, gereja, masjid, pemuda, pemerintah daerah, dan dunia usaha duduk bersama, di situ keamanan menjadi kekuatan kolektif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Papua Barat Daya menunjukkan potensi besar sebagai model nasional.

“Pendekatan kolaboratif ini terbukti efektif menurunkan potensi ancaman sekaligus meningkatkan rasa aman. Rasa aman itulah yang membuka pintu investasi, pariwisata, dan pembangunan. Papua Barat Daya bukan hanya aman—Papua Barat Daya sedang tumbuh,” katanya.

Dengan fondasi sinergi yang telah terbentuk, Papua Barat Daya kini berdiri sebagai contoh bagaimana keamanan modern dibangun: bukan hanya oleh kekuatan negara, tetapi oleh partisipasi seluruh elemen masyarakat yang percaya bahwa damai adalah modal utama masa depan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

InternasionalNasionalOlahraga

Perjalanan Salsa Sabilillah Atlet Takraw Nasional, Dari Tanah Tuban ke Panggung SEA Games 2025

PENARAYA – Di sebuah sudut desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, suara...

Nasional

Ketika Bencana Menguji Pemimpin: Dari Umrah hingga Membatalkan Resepsi Pernikahan

PENARAYA – “Pemimpin bukan sekadar jabatan. Ia adalah teladan,” kata Presiden Prabowo....

Nasional

Ketika Hutan Menjadi Ladang Izin, Siapa yang Kehilangan?

PENARAYA – Raung buldozer gemuruh pohon tumbang Berpadu dengan jerit isi rimba...

Nasional

Sudah saatnya Taubat Ekologis : Belajar dari Jeritan Alam di Sumatera

PENARAYA –  “Alam sedang bicara. Banjir dan longsor bukan sekadar bencana alam...