Jakarta, Upaya mewujudkan budaya tertib lalu lintas di Ibu Kota memasuki babak baru. Melalui program revitalisasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), Polda Metro Jaya mulai menerapkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya menekankan penindakan, tetapi juga transformasi sistem, edukasi publik, pembenahan infrastruktur, dan penguatan integritas pelayanan kepolisian. Program ini menjadi bagian dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Lemdiklat Polri tahun 2025, yang digagas oleh AKBP Donni Bagus Wibisono, S.E., selaku Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya.
Revitalisasi KTL ini lahir dari fakta bahwa pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius di wilayah Metropolitan Jakarta. Tahun 2024 tercatat lebih dari 150 ribu kecelakaan secara nasional dengan 27 ribu korban jiwa, sementara di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lebih dari 12 ribu kasus kecelakaan dengan kerugian miliaran rupiah. Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan yang mencapai 24 juta unit hingga pertengahan 2025 tidak diiringi perluasan kapasitas jalan.
Melalui revitalisasi ini, Kawasan Tertib Lalu Lintas tidak lagi sekadar menjadi area pemasangan rambu, tetapi model ekosistem manajemen lalu lintas berbasis digital, kolaboratif, dan berintegritas. Polda Metro Jaya mulai menerapkan standarisasi SOP, pemasangan ETLE statis dan mobile, pemanfaatan CCTV, penataan marka jalan, serta memperkuat sistem pembinaan dan penegakan berbasis teknologi agar lebih konsisten, transparan, dan minim interaksi langsung. Langkah ini juga diikuti peningkatan pengawasan dan penerapan reward and punishment bagi petugas.
Dalam sesi wawancara, AKBP Donni Bagus Wibisono menjelaskan bahwa proyek ini bukan hanya perubahan teknis, tetapi transformasi mindset pelayanan publik dan budaya masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan perubahan mendasar. Tertib lalu lintas bukan karena takut ditilang, tapi lahir dari kesadaran bahwa keselamatan adalah hak bersama. Inovasi ini bukan hanya menata jalan, tetapi menata perilaku, sistem, dan integritas,” ujar Donni.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi dan standarisasi merupakan bagian penting dari proses ini.
“Dengan perluasan ETLE, SOP yang seragam, dan kolaborasi lintas sektor, kami memastikan bahwa pelayanan lalu lintas bersih, adil, dan bebas pungli. Ini bagian dari komitmen Polri menuju pelayanan publik modern dan terpercaya,” lanjutnya.
Dengan langkah terukur, kolaborasi lintas instansi, dan konsistensi implementasi, revitalisasi KTL Polda Metro Jaya diharapkan menjadi momentum penting menuju Jakarta sebagai barometer nasional lalu lintas yang tertib, manusiawi, dan beradab. (Adv/red)
Leave a comment